Logo
Beranda Berita Single Post

Kwarcab HST Utus Pelatih Pembina Pramuka Ikuti Rakoor Dan TOT Pusdiklatda Kalsel

Pewarta : Hafizh - Pusdatin HST

BANJARMASIN, KWARCAB HST - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Hulu Sungai Tengah (HST) mengutus sejumlah Pelatih Pembina Pramuka untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakoor) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) serta Training of Trainer (TOT) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada 5–7 Juni 2026 di Gedung Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

‎Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan sebagai tindak lanjut program Bidang Binawasa dan Pusdiklat yang berkelanjutan dalam bidang pengorganisasian, pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi, serta sertifikasi dan akreditasi.

‎Berdasarkan surat Kwarda Kalimantan Selatan Nomor 28/16-C tanggal 12 Mei 2026, setiap Kwartir Cabang diminta mengirimkan dua orang peserta Rakoor yang terdiri dari Kepala Pusdiklatcab dan Wakil Kepala Pusdiklatcab, serta enam orang peserta TOT yang merupakan Pelatih Pembina Pramuka bersertifikat minimal Kursus Pelatih Dasar (KPD).

 

‎Kepala Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Hulu Sungai Tengah, Kak Basri, yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakoor dan TOT sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelatih dan penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di daerah.

‎"Kegiatan ini sangat bagus agar semua pelatih dapat memahami teknis dalam pelaksanaan pembinaan anggota muda maupun anggota dewasa, baik melalui orientasi maupun kursus-kursus seperti KMD dan KML. Harapannya, kualitas pendidikan dan pelatihan kepramukaan semakin meningkat untuk kemajuan Gerakan Pramuka di Kalimantan Selatan," ujarnya.

‎Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan pendidikan serta pelatihan kepramukaan. Pada hari pertama, peserta mengikuti registrasi, orientasi kursus, dinamika kelompok, kontrak belajar, materi Fundamental Gerakan Pramuka, peran dan fungsi Binawasa serta Pusdiklat, administrasi dan manajemen Pusdiklat, hingga kepemimpinan Pusdiklat.

‎Memasuki hari kedua, peserta dibekali materi penyusunan program Pusdiklat, komunikasi efektif, pengelolaan kursus yang mencakup manajemen risiko dan penanganan konflik, desain pelatihan, serta penyusunan karya tulis. Pada malam harinya, peserta juga mengikuti kegiatan kebersamaan bertajuk Malam Banua.

 

‎Sementara itu, pada hari terakhir dilaksanakan narakarya dan naratama yang menjadi ruang berbagi pengalaman serta praktik pembelajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi kursus, forum terbuka, penyusunan rencana tindak lanjut dan evaluasi sebelum resmi ditutup.

‎Melalui keikutsertaan para pelatih dalam Rakoor dan TOT ini, Kwarcab Hulu Sungai Tengah berharap dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepramukaan, sehingga pelaksanaan kursus, orientasi, dan pembinaan di tingkat cabang maupun gugus depan dapat berjalan lebih efektif, berkualitas, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan Kwartir Nasional maupun Kwartir Daerah.

‎Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antar-Pusdiklat se-Kalimantan Selatan dalam menyusun langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan yang berkelanjutan di masa mendatang. (Pusdatin-KwarcabHST)